2/28/25

0095

Ilustrasi pribadi

Sedang menikmati kemenangan kecil, tapi sangat berarti.


Apa itu?


Ah,..masak diceritakan via blog yang serba imajiner ini sih?


Ketemuan dong..


Sambil ngopi genit pasti lebih asoy ceritanya hahaha..


Ya, sudah.


Segitu dulu aja yah..


Nguantuk, euy.


Zzz...zz...z...


-PO-

#LewatTengahMalam

*Judul tulisan ini juga bagian dari kemenangan loh. Cuma, porsinya, dia lebih besar dan ndak layak dibagikan untuk umum. Khawatir bikin iri banyak orang, euy xixixi.. :p   

2/24/25

Wakatobi

Foto koleksi pribadi, diambil dari https://www.instagram.com/p/BfiC-1rhblZ/?utm_source=ig_web_copy_link


Ceritanya lagi hanyut dalam nostalgi (maklum, bulan Februari) #Uhuy :p 


Saat menginisiasi penelitian lintas negara, lintas benua.


Anak Jakarta, yang bertapa di Melbourne Raya, merambah laut Wakatobi, Sulawesi Tenggara sebatang kara haha..


Hasilnya...


Aha... #SenyumDuluDuns :)


Dah, gitu ajah..


Ciao!


PO

240225

*JelangTengahMalam


2/14/25

Valentine's day

Sebuah masterpiece dari si buah hati :)


Ceritanya sedang meresapi makna hari kasih sayang ala bule.

Kalau hari valentine itu dimaknai dengan memberi. Iya, memberi ucapan disertai dengan kartu dan berbagai jenis hadiah, itu mah biasa.

Yang luar biasa adalah kalau yang diberikan itu adalah pengorbanan.

Asyik, ndak? #Uhuy :p 

Sudah, ah. 

Ini sekadar iseng-iseng belaka saja sambil menunggu proses rendering editing video yang 'lambreta lamborgini' belum selesai juga dari sore tadi sampai tulisan ini kelar, hiks... :(

Oiya, met nikmati hari Valentine, yah hehe..


Ciao!


-PO-

*TengahMalamJelangHariBaru

2/1/25

Pejabat

Ilustrasi: Koleksi pribadi :)


Apa yah enaknya menjadi pejabat???

Sudah, itu saja.

Mari kita tidur (lagi) :)

Zzz...zz..z.

Ciao!


PO
020225
03:09am

1/23/25

Sesat Pikir

Taken from: https://www.health.harvard.edu/blog/careful-health-news-headlines-can-be-deceiving-202111122636

Malam ini galau berat, euy.


Gegaranya terdampak narasi kuat di media sosial yang mengatakan bahwa jumlah representasi bangsa Indonesia di institusi pendidikan tinggi luar negeri (tepatnya negara-negara adikuasa) sangat minim dibandingkan negara lain, wabilkhusus serumpun Asia: China, India, Vietnam, dkk.


S-W-G-L???


So - What - Gitu - Loh???


Memangnya kenapa kalau hanya sedikit anak bangsa yang kuliah di kampus luar negeri (ternama)?


Apakah ada data yang mendukung bahwa dengan jumlah lulusan pendidikan tinggi luar negeri akan memajukan negara Indonesia?


Saya MERAGUKAN itu!!!


Musababnya, data justru menyatakan bahwa pendidikan usia dini lah yang sejatinya memainkan peran sangat signifikan dalam membentuk dan membangun karakter seseorang (dan bangsa), yang sangat dibutuhkan untuk menjadikan sebuah negara bisa maju.


Bahasa kerennya: Early childhood education adalah kunci bagi seseorang terbentuk sebagai pribadi yang beretika, bermoral, dan bijaksana.


Sungguh, saya sangat mengamini itu dan berusaha untuk selalu menempatkan pendidikan usia dini sebagai kerangka berpikir (framework) yang sangat efektif dan efisien dalam meraih visi cemerlang di masa depan.


Kerangka berpikir ini pula yang kemudian menjadi refleksi kenapa banyak fakta menunjukkan bahwa kualitas lulusan luar negeri di Indonesia cenderung tidak memberikan dampak signifikan dalam majunya bangsa secara umum.


Malah, di satu-dua kasus, ada gelagat lulusan kampus luar negeri ketika kembali di Indonesia bersikap alias memliki attitude yang tidak bermoral.


Ya, salah satu contohnya adalah penarasi sesat pikir seperti paparan di awal tulisan ini. 


Eh, omon-omon, orang yang menarasikan itu lulusan KAMPUS luar negeri atau SEKOLAH (pendidikan usia dini) luar negeri, yah? hehe..


Pantesan ajaaa... ;)


Ciao!


PO

12/3/24

Pada sebuah rintik hujan..

Foto koleksi pribadi xixixi..

Seandainya tadi siang (03/12/24) gerimis hujan tak menyapa kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara, bisa jadi Ogut 'kebobolan' kesempatan icip kenikmatan hakiki: Makan bakso gepeng ala Amung, di pinggir jalan Mangga Dua (antara stasiun kereta Jakarta Kota dan ITC Mangga Dua).


Dan,..langit mendung nan muram durja seketika berubah menjadi ceria nan mengenyangkan hahaha..


Ciao!


-PO-

*MeresapiSisaKenikmatanBaksoGepengAmungPlusTahuIsiSapiPorsiJumboLengkapDenganBihunnya ;)

11/9/24

Trump, Prabowo dan YouTube

Sumber gambar: https://www.wartamu.id/sejarah-berdirinya-youtube/#google_vignette


Dunia baru saja memiliki pemimpin baru. Namanya Donald J. Trump. Loh, kok dunia? Ini agak menyederhanakan! Tenang, selama mata uang dollar Amerika masih menjadi barometer perdagangan dunia, maka rasanya, rasanya terlalu naif jika kita enggan mengakui kedigdayaan negara paman Sam itu.


Indonesia juga belum lama memiliki pemimpin baru. Hanya hitungan bulan saja kok selisihnya. Bapak Jenderal (Purn) Prabowo Subianto namanya. Baru saja dilantik sebagai presiden Indonesia ke-8 untuk periode 2024 - 2029.


Tapi, ada satu hal yang menarik. Ke-duanya memiliki kesamaan yang unik, khususnya dalam konteks masa kampanye menuju kursi kepresidenan tersebut. Beliau berdua sama-sama tampil di YouTube dengan berpartisipasi dalam sebuah acara program podcast ala YouTube. Kalau Bapak Prabowo tampil bersama podcast-er Deddy Corbuzier, Presiden Trump tampil di podcast show Joe Rogan. Oiya, para podcaster itu adalah persona dengan jumlah penonton podcast terbanyak di masing-masing negara.


S-W-G-L?!

So - What - Gitu - Loh?!


Di situ saya resah. Ada apa dengan fenomena YouTube ini?


Segitu dulu aja, yah..


Anggap aja ini berbagi keresahan semata. Soal, jawaban dari pertanyaan itu, nanti kita cari hari baiknya dulu sambil mengingat kata orangtua: Bukankah orang sabar disayang Tuhan? hehe..


Ciao!


-PO-

#SelamatHariMingguSemua!

*101124 ; 11:00am.